[Film] Hello Ghost

Photobucket

Kang Sang Man adalah bukan seorang siapa-siapa. Ia tak punya keluarga dan tinggal sendiri di sebuah apartemen kecil yang para tetangganya terdapat ibu-ibu yang suka mencampuri urusan orang lain. Ia merasa tidak ada yang mengingatnya bahkan memikirkannya. Karena itulah, ia sering mencoba bunuh diri. Namun entah mengapa percobaan bunuh dirinya selalu saja tidak berhasil.

Pada suatu kesempatan percobaan bunuh diri, ia kembali gagal dan dibawa ke sebuah rumah sakit. Di situlah kemudian muncul seorang pria sedang merokok yang duduk di samping ranjangnya. Ketika melarang pria tersebut merokok, ternyata justru dirinyalah yang sedang memegang rokok tersebut. Ia kemudian diperiksakan kepada seorang psikiater mengenai alasan kenapa ia mencoba membunuh dirinya sendiri padahal kondisi kesehatannya amatlah sehat. Di ruang itulah kemudian ia bertemu seorang wanita yang menangis di dalam lemari. Berturut-turut kemudian ia bertemu seorang kakek tua yang nongkrong di atas meja resepsionis. Keesokan harinya ia kembali bertemu sosok aneh yaitu seorang anak laki-laki yang melompat-lompat di atas salah satu ranjang di rumah sakit.

Merasa terbebani oleh mereka yang kemudian mengaku bukan manusia, Kang Sang Man kemudian datang ke seorang cenayang untuk meminta nasihat. Sayangnya sang cenayang menyatakan bahwa hantu-hantu tersebut tidak bisa pergi kecuali mereka sendiri yang menginginkan untuk pergi. Cenayang juga menyarankan agar Sang Man mencoba membujuk mereka dan berusaha mengetahui apa keinginan mereka yang belum terwujud. Untuk kemudian dijadikan syarat agar para hantu tersebut bisa pergi. Dan dalam usahanya untuk memenuhi keinginan para hantu yang aneh-aneh dan membawanya pada banyak masalah, ia selalu terhubung dengan seorang perawat cantik bernama Jung Yun Soo yang ditaksirnya sejak pandangan pertama.

Lalu, Akankah Kang Sang Man berhasil mengusir mereka?? Siapakah para hantu konyol tersebut?

***

Alasanku menonton ini adalah karena Chae Tae Hyun yang aktingnya bisa dilihat di banyak film Korea seperti “My Sassy Girl” dan “Speedy Scandal” :)

Alur cerita film ini cukup tenang dan datar. Tentu saja banyak sekali adegan-adegan menarik dan lucu saat Kang Sang Man berusaha memenuhi permintaan para hantu itu. Kalau kalian mengharapkan film komedi, kalian bisa menonton film ini. Walaupun terdapat kisah cinta, tapi jangan harap bahwa akan ada kisah romantis yang sering terjadi pada drama-drama Korea.

Sebenarnya aku pengen tulis review banyak lagi tapi kalo aku tulis lebih, nanti yang belum nonton gak seru lagi nontonnya karena banyak kejutan-kejutan menanti (lah ini malah dibilang ada kejutannya!!). Baiklah kuberi spoiler : Cerita ini Happy Ending!!! Hehehe.. Bagaimana Happy Ending-nya? Selamat Menonton :)

Sebelumnya, mari kita lihat dulu trailernya :

________

Photo : Here

Review film ini ditampilkan pula di www.hallyucafe.com

Kenapa Kirim Kartu Pos?

Seorang kawan belum lama ini menanyakan kenapa saya ikut postcrossing? Saya menjawab, “Karena tidak punya teman”.

Kawan saya itu kemudian tertawa mendengar jawaban saya. Saya tidak tersinggung, tentu saja. Hanya saja saya sedikit heran, apa yang lucu dari itu?

Saya memang suka menerima kiriman. Menanti kedatangan pria bermotor oranye dan berteriak, “Pos!” (yang sering saya lewatkan karena pos datang di jam kerja saya). Saya juga sangat menyukai menjilat perangko untuk ditempel, yang mana ini terkadang saya suka malu kalau-kalau ada yang jijik melihat ada seorang perempuan asik menjilat-jilat di kantor pos. Saya juga menyukai tulisan tangan seseorang. Bagi saya itu sangat indah dan menakjubkan.

Tapi kalau mau ditelisik lebih lanjut, “tidak punya teman” adalah alasan yang sangat mendasar. Saya memang punya teman karena bersekolah, berkuliah, atau berkegiatan lainnya. Kami kemudian akrab namun kemudian harus berpisah. Kadang-kadang saya suka bersedih memandangi bahwa itulah hidup.

Lewat kartu pos, saya belajar lebih untuk sekedar menyapa. Bahwa suatu pertemanan terkadang tidak perlulah untuk menjadi berakrab-akrab. Namun lewat kartu pos pula, saya belajar untuk berteman. Bahwa suatu pertemanan yang berakrab-akrab tidak perlulah untuk bertemu.

[Film] Best in Time / Best of Times

Photobucket

Keng adalah seorang dokter hewan yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya di masa SMA. Sayangnya sang cinta pertama adalah kekasih teman (sahabat?)nya, Ohm. Ohm kemudian sempat menikahi Fai, cinta pertama Keng. Namun Ohm mengharapkan seorang istri, bukan seorang teman.

Akibat mabuk saat berkendara, Keng dihukum melakukan aktivitas sosial dengan mengajar di kelas komputer untuk para manula. Di situlah ia bertemu dengan dia orang tua yang saling mengasihi, Sompit dan Jamrat. Sompit adalah seorang ibu yang tinggal bersama anaknya di Bangkok. Sedangkan Jamrat adalah seorang pria juragan durian di sebuah kota yang berjarak 6 jam dari Bangkok apabila ditempuh dengan mobil.

Keng kemudian bertemu lagi dengan Fai yang sudah bercerai dengan Ohm. Keduanya kemudian sering bersama karena penemuan seekor anjing yang memiliki “alis” seperti Shinchan. Juga terlibat untuk membantu kisah cinta kedua orang tua yang ingin saling menjaga satu sama lain tersebut.

Film ini memiliki ritme yang cukup lambat dan nuansa yang cukup manis. Tidak ada kejadian yang membuat kita kaget, shock, atau berdebar dengan kencang. Saat saya menonton film ini, yang ada cuma senyum-senyum kecil. Karakter Fai yang santai dan riang dipadukan dengan karakter Keng yang anteng, diem, tapi suka ngomong seenaknya *ya ampun tipe gue banget*. Ibu Sompit diperankan manis sekali dengan aktris yang berwajah selalu tersenyum dan karakter bapak-bapak yang kebapakan ini juga tambah menghangatkan suasana di film ini.

PhotobucketJuga jangan mengharapkan kisah cinta yang lucu dan menggelora. Semuanya terasa tenang dan seakan menghangatkan. Lalu, walaupun terlihat sedikit aneh pada rambutnya, lama kelamaan aktor yang memerankan Keng terlihat imut juga. *miaaaww*

Silahkan liat trailer-nya yang telah di subbing ke bahasa Inggris di bawah ini..

Photo : di sini dan di sini

Books of 2011

Tahun 2011, tahun saya memulai untuk membaca buku lagi.

Ya, di tahun-tahun saya kuliah, saya sangat jaaaaaaaaarrrrrrrrrraaaaaaaaaaang membaca buku. Kalo dipikir-pikir, saya juga nggak tau kenapa saya bisa sangat jaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrraaaaaaaaaaang baca buku.

Tahun 2011, saya memulai lagi membaca buku secara berkesinambungan secara waktu. Walaupun saya menargetkan 50 buku (komik tidak termasuk), namun saya gagal dengan target itu. Saya cuma sanggup membaca 18 buku. Dikit amat yak, heheheh. Tapi saya tidak kecewa kok. Tahun 2012 ini, saya masih menargetkan di angka yang sama. Silahkan anda memberi saran buku apa yang bisa saya baca di tahun 2012 ini.

Namun, mari kita re-cap buku apa yang saya baca.

1. Malam Terakhir : Leila S. Chudori

2. Perempuan : Mochtar Lubis

3. Asleep : Banana Yoshimoto

4. N.P : Banana Yoshimoto

5. Ketika Jemariku Menari : Bambang Pamungkas

6. Panggilan Rasul : Hamsad Rangkuti

7. Argenteuil ~Hidup Memisahkan Diri : Nh. Dini

8. Saga no Gabai Baachan : Shimada Yoshichi

9. Dirty Jokes in A Dinner Jacket – After Dinner Stories for Speakers : The Laughter Lines Team

10. Dor! (naskah drama) – Putu Wijaya

11. After The Quake – Haruki Murakami

12. Sputnik Sweetheart – Haruki Murakami

13. The Story of The Two Knights Travelling Around The Country – After Don Quixote – (naskah drama) : Minoru Betsuyaku

14. Filosofi Kopi – Dee

15. Opera Primadona (naskah drama) – N. Rintiarno

16. Auk – Arswendo Atmowiloto

17. After Dark – Haruki Murakami

18. Goodbye Tsugumi (Tsugumi) – Banana Yoshimoto

note : Saya tidak mencantumkan siapa penerjemahnya, saya khilaf. Saya lupa mencatatnya.