Postcard of The Month

Desember memang belum berakhir, namun saya sudah membuat keputusan kartu pos mana yang menjadi “Postcard of The Month”.

Setelah dua bulan sebelumnya, saya tidak menerima selembar kertas pun dari postcrossing (namun terima kasih kepada pribadi-pribadi yang mengirimi saya kartu pos di November), akhirnya datang juga kartu pos dari postcrossing. Tentu saja jumlah kartu pos dari postcrossing tidak banyak, karena saya pun tidak mengirim banyak. Sejujurnya saya memang membatasi sekali pengiriman kartu pos lewat postcrossing.

Seorang teman saya dari IIWC memberi kabar pada saya bahwa seorang temannya dari Korea hendak datang ke Jakarta. Dan beginilah nasib seorang saya, yang bertempat tinggal di ibukota, di mana jarang sekali teman-teman IIWC saya itu tinggal di sini. Maka biasanya tempat saya akan dijadikan tempat transit alias tempat numpang gratis. Walaupun saya belum pernah bertemu seorang Korea ini yang sayangnya cewek  ,saya mengiyakan permintaan teman saya itu.

Namun bukan saya kalau menjadi orang yang terlalu rendah dan baik hati. Saya adalah seorang yang pamrih, saudara-saudara. OHOHOHOHOHOHOHO.. Sesuatu itu harus dimanfaatkan dengan baik, bukan? Singkat cerita, seorang yang bernama Sojeong Ahn itu akhirnya benar datang dan membawakan pesanan yang menunjukkan kepamrihan saya.

Adalah…

1 Set Kartu pos dan sticker Siwon Berkolor Ijo Super Junior!!!

Terererereeettt….

고맙습니다소정언니….

Dear Mom

Dear Mom,

I am writing this not because yesterday was a Mother’s day. I don’t care about a mother’s day. To me, it was rubbish. Today on a way home, I saw a mother-daughter. They talked just a simple casual thing. And I envy them.

I really want to talk to you in a very nice way. But I can’t. I just can’t. We talk but we don’t. We laugh but we don’t. I miss the time when I missed you a lot. I miss the time when I felt desperately wanting you to talk to. I miss the time when I felt warm besides you. I miss the time when I didn’t ignore you.

Dear Mom,

Even if one day I won’t be a person whom you expected to be, I’ll be a good person. I promise you.

Piknik Asik

Saat itu saya dan dua teman saya, Benny dan Tantan mengunjungi booth @piknikasik di acara Pict Festival di FX yang terletak di bilangan Sudirman. (Ehm, itu pertama kalinya saya ke FX lho..). Di sana ada seorang wanita yang kemudian saya tau bernama Rahne Putri (Saya masih ingat, ketika Benny menyapa dan memperkenalkan diri, saya dengan dongdongnya spontan tanya ke Kakak Rahne, “Emang mbak-nya siapa?”. Kakak Rahne kemudian pun mengajak untuk ikut acara piknik asik. Di mana nanti orang-orang yang datang akan mendengarkan MP3 yang diunduh kemudian tanpa boleh mendengarkannya sebelum hari H. Walaupun sudah mengatakan saya ikut, saya sempat ragu menjelang hari H karena teman-teman saya yang saya ajak dan yang sebelumnya mau ikut tidak bisa. Baiklah katakana orang-orang bilang saya anak yang cerewet dan rame. Tapi bertemu dengan orang-orang baru dan banyak yang saya tau punya hobi yang berbeda dengan saya adalah hal yang sangat mengkhawatirkan. Namun untungnya satu orang teman saya, Resty, bersedia ikut walaupun di hari sebelumnya ia harus lembur sampai jam setengah 12 malam. Resty Arigatou..

Photobucket

18 Desember 2011, jam 8 pagi saya bertemu Resty di depan Plaza Indonesia. Ketika duduk di salah satu tempat, ternyata sudah ada beberapa orang yang hendak ikut piknik asik ini. Kira-kira tepat jam 8.30 , semua “peserta” memutar pemutar musik mereka. Apa sih yang didengarkan? Jadi selama perjalanan dari bundaran HI ke Monas, kami mendengarkan rekaman dan melakukan dengan apa yang dinamakan MP3 Experiment.

Rekaman tersebut berisi suara manusia *ya iyalah* dan musik pengiring. Suara-suara itu kemudian memerintahkan kami untuk melakukan misi-misi selama dalam perjalanan. Misi-misi yang dilakukan bermacam-macam : Memejamkan mata. Melompat. Mengangkat tangan. Berhenti ketika ada perintah “freez” dan melanjutkan perjalanan ketika ada aba-aba “unfreez”. Melambai-lambaikan tangan bak artis. Jongkok. Melakukan hi-five. Mengikuti irama musik metal. Berjoget India (termasuk muter-muter di pohon atau tiang). Bergaya layaknya rocker. Nari balet. Jaipongan. Memakai payung yang digoyang kanan-kiri. Lompat-lompat ala pocong.

Buat saya, ini adalah menyenangkan. Ini adalah hal yang sering saya ingin lakukan. Maksudnya, selama ini saya pengen banget joget-joget di jalan. Tapi kalau saya lakukan hal itu sendirian, saya bakal dianggap seteres. Makanya acara ini menyalurkan sekali keinginan saya. *terharu*

Sesampainya di Monas, acara adalah bebas. Kami duduk-duduk, ada yang main, dan mengobrol. Sekali lagi, saya mengakui merasa kikuk. Jadi saya cuma moto-moto gak jelas. Sempet ngobrol sih dengan beberapa orang. Walaupun merasa kikuk, tapi bisa melihat orang adalah hal yang menggembirakan. Maksudnya, saya sangat menikmati berada di keramaian yang tenang seperti ini. Maksudnya, mereka kan tidak berteriak hura-hura. Pemandangan seperti ini amatlah familiar, hanya saja di sini saya tidak kenal orang-orangnya. Karena saya merasa garing kalo ngobrol, maka yang saya lakukan ketika kesana kemari adalah …..

Minta makanan ^^

Sebenarnya ada banyak makanan yang bisa diminta, tapi saya cukup kasian sama badan saya yang harus menggerus terus. Makanya saya cuma makan beberapa bungkus jajanan yang dibeliin Resty, astor tetangga sebelah, sedikit butir anggur, dan kuaci dari sebelah lain yang saya jumpai setelah saya moto-moto. Oh dan saya minta asinan. Yang bawa asinan ini adalah seorang ibu yang anaknya ulang tahun. Hebatnya lagi, ibu ini bawa nasi beserta lauk pauknya macam kangkung, rendang, udang, sambal terasi, dan beberapa makanan lainnya.

Acara lain adalah tukar kado. Sebelumnya, kami sudah mengantre untuk memberikan kado dan diberi nomor. Rencananya, kado dan siapa pemberinya akan diungkap. Namun karena sudah mau hujan, maka kado-kado pun diambil langsung berdasarkan nomor undian yang kami ambil. Siapa yang mengirimkan bisa dicari lewat photo share di twitter. Dan hebatnya saya dapat Earphone!! Ohmaygaaaatt.. Tau tidak sodara-sodara, saya sudah merencanakan mau beli earphone dan belum kesampaian karena saya menunda hingga tahun depan. Terima kasih yaa buat yang ngasih ini *nangis terharu*

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama @piknikasik, @JalanKaki, @KeluaRumah, dan @JktMystifier. Saran saya, kalau ada acara lagi, lebih disipakan games-nya gitu.. Saya sendiri sih mendambakan games ngumpet kejar-kejaran macem kayak di Running Man gitu *PAT!!* Oiya, masuk tipi juga looh. Itu tuh tipi yang punyanya Surya Paloh :D

Kapan-kapan saya mau pikinik lagi ah. Tapi mbok ya kapan-kapannya itu saya piknik sama pacar.. #Eh

Photobucket

jongkok moment

Photobucket

berpayung ke monas

Photobucket

Sebagian yang dateng

Photobucket

nguno

Photobucket

masup tipi

Photobucket

TKP penjarahan kuaci

Photobucket

ngantre daptar ngasih kado

Photobucket

patah kiri moment

Photobucket

birthday guy and mom

Photobucket

pamer kado

Photobucket

earphone sendal untuk saya ^^

Come Back To Me

Cailah Pat, knape lagi lo?

Oh tenang sodara sodari yang terhormat, mood saya lagi bagus. Eheheheh. Judul di atas bukanlah perasaan saya. Pertama, ya yang seperti saya bilang tadi, mood saya lagi bagus. Kedua, come back apaan? Lha wong gak ada yang pergi..

Jadi judul di atas adalah judul lagu yang saya suka. Dua lagu. Dua lagu dengan judul yang sama. Dengan dua penyanyi yang keduanya favorit saya. Come back to me yang pertama adalah milik penyanyi keren yang lagu-lagunya bahkan menjadi judul blog saya ini, tak lain dan tak bukan adalah Utada Hikaru. Sedangkan penyanyi yang kedua adalah milik penyanyi yang merupakan salah satu pria idaman saya, sang Sparta yang berkuasa dan benar-benar adalah sejatinya seorang pria, seorang yang wajahnya menjadi gravatar saya saat ini, Kim Jong Kook.

 Come Back To Me – Utada Hikaru

Pertama dulu denger lagu ini saya bahagia. Karena lagu ini berbahasa inggris. Jadi saya mudah ngapalin dan mendendangkannya. Ngapalin? Uhuk Ehem. Jadi ya kalo saya lagi jadi biduan saya nggak cuma lalalala tapi bisa nyanyinya.

 Come Back To Me – Kim Jong Kook feat. Gary Leessang

Lagu ini sejatinya berjudul “Dashi Naegero Dorawa” dan dinyanyikan dalam bahasa aslinya. Saya tahu lagu ini berkat nonton Running Man. Juga terima kasih kepada i-subs yang dengan kerennya ngasih tau lagu-lagu apa yang diputer di setiap episode Running Man. Bagian Gary Leessang nge-rap pertama kali, bikin hati saya keseret-seret.

 ***

Sekarang mari kita simak liriknya. Untuk lirik milik mbak Utada, silahkan klik di sini. Untuk lirik milik Sparta Jong Kook yang sudah diartikan ke bahasa Inggris, silahkan klik di sini.

Keduanya memang adalah pengharapan memohon seseorang untuk kembali. Jong Kook seperti halnya kisah penyesalan bermenye-menye bahwa hidupnya hampa tanpa kehadiran seseorang tersebut.

I know it is late now but,
nobody in the world could replace you
There is only you for me

Sementara ada hal yang menarik dari liriknya mbak Utada. Yang menyatakan memang dia merindukan seseorang yang telah pergi. Namun itu karena salah dirinya

I admit I cheated
Don’t know why I did it

Lalu apa kesimpulannya, Pat? Gak ada. Saya cuma pengen kasih tau saya suka dua lagu ini sih. Mau saya seneng atau lagi males-malesan, gak ngaruh, saya tetep suka lagu ini.

Bye 11, Hi 12

Setelah sebelumnya, sibuk dengan cerita bosan. Akhir November kemarin, ditutup dengan mood yang bagus. Yeeaahh.. Kenapa? Nggg.. Saya lupa juga kenapa. Oh iya, saya ingat sekarang.

Tanggal 23 November, saya ulang tahun. Oh My God. I am old. Oh tidak juga sih. Tapi beberapa waktu lalu itu, saat saya 22 tahun, saya bilang “Gosh! I am still 22”. Sekarang, saya agak gugup juga kalo harus bilang “Gosh, I am still 2x”. Meheheheh.

Apa? Pesta? Gak ada. Waktu saya pulang, Tuan di rumah, beli pizza sih. Tapi itu saja. Oh, yang bikin saya sedikit terharu adalah adik saya beli kado untuk saya di H-1. Tas hijau bunja bunja yang sekarang udah agak robek karena saya habis membawa beban di tas yang cukup berat. Oh tengil, maafkan kakakmu ya :’(. Di dalam tas berisikan jeruk, rambutan, dan satu kotak kecil susu bubuk. Yang ternyata adalah kado dari Nyonya Besar. Katanya “Kan kamu suka itu, ya udah dibeliin itu deh”. Nyonya besar ini payah. Saya kan sukanya lelaki, harusnya saya dibawakan lelaki *eh?*. Continue reading