Terhitung 1 Maret, yang adalah hari ini, saya resmi menerima gaji terakhir saya setelah bekerja selama 17 bulan lamanya di salah satu lembaga bernama SIB School. Jadi, saya resmi pula meminta nafkah dari orang tua saya lagi. Jadi pertanyaannya, Ada yang mau nafkahin saya? Eh, tidak ada ya? Baiklah saya lanjutkan curhatnya.
Orang bilang, waktu itu apabila telah terlewati maka tidak terasa telah terlewati. KATA SIAPA?? SAPA YANG BERANI BILANG GITU, HAH?? *elus-elus kumis dada*. Bertemu dengan banyak orang, ya, sebut saja bule, memang tidak bisa dikatakan tidak mengasyikkan. Banyak dari mereka sangat menarik, inspiratif, baik hati, juga motivasional (eh apa sih maksud saya memberi motivasi gitu lho). Walaupun ada juga yang tidak menarik, menyebalkan, minta ditabok, malas ngajarin, tapi itu tetap saya jalani sehari-harinya (Yah, walaupun kadang-kadang banyak hari saya cuma glundang glundung di rumah). Dan 17 bulan itu, terasa panjang bagi saya, sampai sekarang.
Kemarin waktu saya nongkrong-nongkrong depan TV di kantor, saya mikir ternyata saya bakal sedih juga ya meninggalkan kantor ini. Saya nggak bakal nyangka lho bakal sedih. Tapi yah, bagaimanapun saya sudah mendapat sweet 17 months dari orang-orang di sini.
Kepada Pak Big Boss yang selalu menyangka saya orang yang suka tersenyum dan ramah, Ibu Bos yang lembut hatinya, Kakak Ay yang setia dengerin saya memel gak karuan, kakak-kakak yang sudah mendahului saya, kakak-kakak yang masih setia dengan Pak Big Boss, juga adik-adik yang suka nggemesin saya, sampai jumpa di pesta perpisahan saya satu minggu lagi. Jangan lupa bawa kado yaa ^^

